Senin, 05 Juli 2010

Sekilas tentang Jakarta

Mendengar kata Jakarta, beberapa hal yang langsung diingat orang adalah kemacetan, polusi, dan penduduknya yang sangat membludak. Siang dan malam penduduknya jauh berbeda karena banyak sekali komuter atau warga di luar Jakarta, seperti Bekasi, Tangerang, dan Bogor yang mencari nafkah di Jakarta. Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia, memang sangat identik dengan semua hal yang telah disebutkan di atas. Namun, alangkah indahnya jika kita meniadakan hal-hal tersebut dan terus berasumsi dengan kondisi yang sebaliknya.

Sebagai intro untuk menambah informasi dari blog ini, berikut adalah hasil tangkapan kamera sendiri yang berkaitan dengan ibukota negara, Jakarta.



Di atas adalah patung yang selalu menyambut warga Jakarta atau luar Jakarta yang melintas di Jalan MH Thamrin.



Melintas sedikit ke arah utara, terdapat gedung megah tempat dimana output kebijakan moneter Indonesia digodok. Ya,betul sekali, Gedung Bank Indonesia dan lokasinya masih di kawasan Jl. MH Thamrin



Jakarta sangat identik dengan Monas atau Monumen Nasional. Monumen kebanggaan warga Jakarta ini selalu menjadi tempat rekreasi alternatif semasa liburan panjang. Monas terletak di kawasan Jalan Merdeka dekat dengan Istana Negara.



Patung yang menjadi simbol kuatnya Angkatan Udara atau Dirgantara Indonesia. Patung ini juga salah satu patung yang sudah berdiri cukup lama. Patung ini terletak di daerah Pancoran yang mempertemukan arus kendaraan dari Halim, Manggarai, Grogol, dan Pasar Minggu.



Berbicara masalah patung, tidak ketinggalan patung Jenderal Sudirman berdiri tegak seraya memberikan hormat kepada para pengendara yang telah menggunakan Jalan yang menggunakan namanya, Jalan Jend. Sudirman.



Terus menuju ke utara, tepatnya menuju kawasan kota tua Jakarta, di dekat stasiun Kota Jakarta, terdapat halte interchange terbesar di Jakarta, Halte Harmoni, yang mempertemukan bus TransJakarta dari arah Pulo Gadung, Kali Deres, Blok M, dan Kota.



Stasiun Kota Jakarta, stasiun yang cukup terkenal dan tergolong sangat tua ini masih tegar berdiri di sebelah utara kota Jakarta. Stasiun ini masih beroperasi dan melayani trayek antar kota dan antar propinsi di Pulau Jawa.







Apabila ingin bernostalgia semasa penjajahan Belanda, tempat ini sangatlah direkomendasikan untuk didatangi. Tak pelak, setiap akhir pekan, daerah ini, seringkali dikunjungi oleh warga Jakarta dan luar Jakarta yang ingin berlibur serta merasakan dan menikmati bangunan-bangunan kuno yang sangat eksotis. Ini adalah meriam yang masih terdapat di depan Museum Fatahillah, dulu merupakan Kantor Gubernur Batavia dibawah kepemimpinan JP. Coen. Gambar ditengah adalah Museum Fatahillah yang dambil gambarnya dari Museum Keramik dan dibawahnya merupakan Kantor Pos Indonesia yang terletak tepat di depan Museum Fatahillah.



Berikut ini adalah daerah lapangan banteng dengan patung yang sangat terkenal ditengahnya. Patung tersebut merupakan simbol pembebasan Irian Barat dari penjajah Belanda.





Di sekitar lapangan Banteng, terdapat dua tempat ibadah yang juga menjadi salah satu obyek wisata yang wajib dikunjungi, yaitu Gereja Katedral dan juga Masjid Istiqlal.

Semoga posting ini berguna bagi seluruh pembaca yang ingin menikmati kota Jakarta atau bernostalgia dengan kota Jakarta, khususnya bagi pembaca yang sudah lama tidak mendatangi ibukota. (FBH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar